NEW HUN FOR MY HAN Episode 1

NEW HUN FOR MY HAN

New Hun for My Han 1 edit

IDEA and WRITTER by ANONIM SINESTESIA

 

Bahagialah sayang

Meski aku tak lagi disisimu

Jika kau tak bahagia aku akan sengsara

 

Bahagialah sayang

Aku akan carikan penggantiku untukmu

Karena bahagiamu lebih membahagiakanku

 

CAST

Oh Se Hun : Sehun and Daehun

Xi Lu Han : Luhan

Park Chan Yeol : God of Luck

Wu Yi Fan : Death Ripper

Byun Baek Hyun : Baekhyun

Huang Zi Tao : The Baby Ghost

                                                                                                                                                                                               

Alunan denting piano terdengar menyedihkan dan menyayat perasaan, serta menggetarkan iman, diapartemen Luhan. Seorang manusia cantik dan rupawan yang bertubuh indah dan berkulit suci. Tapi kali ini kecantikkannya rusak oleh matanya yang sembab dan merah. Tangannya lincah namun gemetar menekan tuts piano hitam mengkilat ditengah ruang apartemennya itu.

Namun sesungguhnya yang lebih gemetar adalah perasaannya. Karena seseorang yang fotonya tegak dimeja disamping kanan piano itu baru saja dimakamkan sehari yang lalu dan ini adalah pagi pertama Luhan tanpa manusia di figura itu.

Dan tiba – tiba suara piano berhenti. Diganti suara isak tangis. Kepala Luhan tertunduk diatas pianonya dan bergegas pindah ke sofa dibelakang piano. Bersandar pasrah dengan air mata yang masih mengalir dari matanya. Dari bibir indahnya yang pagi itu kelabu, hanya terdengar sepenggal kata, tiga huruf, yang membuat siapapun yang mendengarnya dan mengetahui maknanya.

“Hun…” kata itu kemudian diteriakkan sambil memeluk bantal disofa dengan erat.

“Om Dae Hun sudah tidak mungkin kembali lagi, Kakak Lulu.” sapa sebuah suara yang pemiliknya entah sejak kapan sudah duduk dikursi piano.

Dan Luhan hanya bisa menatap sosok itu kaget. Sosok makhluk itu berambut hitam, berpakaian hitam putih, dibawah kedua matanya menghitam dan memakai sebuah bando berbentuk telinga panda.

 

^^^

 

Dunia Arwah.

 

Disebuah ruangan gelap serba abu – abu duduk dua orang. Satu orang memakai baju serba hitam dengan tatapan mata yang tajam. Satu orang lagi nyaris tanpa busana.

“Dewa kematian, aku mohon, izinkan aku kembali kedunia, aku harus meminta kekasihku untuk bahagia Dewa, aku mohon!!!” perkataan ini entah berapa kali diulang Daehun.

“Maafkan aku saudara Dae Hun, untuk itu harus mendapat surat – surat dan birokrasi yang rumit. Dan akan memakan waktu yang lama dan hasilnya percuma.” jawaban yang sama keluar dari mulut Dewa Kris berkali – kali.

“Kali ini kau loloskan saja permintaannya, Kris.” kata sebuah suara yang berat sambil masuk keruangan Dewa Kematian.

“Aku Chanyeol, Dewa Keberuntungan.” sebuah tangan terulur tepat diwajah Dae Hun.

“Dae Hun” balas Dae Hun lemas.

“Aku mendapat laporan kalau Baby Ghost-mu jatuh kedunia.” Chanyeol beralih ke Kris memberikan sebuah map abu – abu.

“Tao?” kata Kris sambil membuka map itu.

“Sebelum Tuhan tahu kalau kau memelihara satu Baby Ghost dan akhirnya lepas kedunia dan mengacaukan alur kehidupan kematian, kau bisa dalam bahaya Kris… Jadi, aku sarankan kau untuk memberi Saudara Dae Hun izin kembali kedunia.” ujar Chanyeol seperti advokat.

“Apa hubungannya ini dengan Dae Hun?” heran Kris.

“Karena Baby Ghost-mu menemui Luhan, kekasih Saudara Dae Hun..” jelas Chanyeol, dengan efek jeng-jeng.

“Lalu?” tanya Kris lagi belum faham.

“Kalau kau sendiri yang datang menjemput Baby Ghost itu tentu akan memancing kecurigaan Dewan Dewa dan Tuhan, jadi kau utus saja Saudara Dae Hun untuk menjemput Baby Ghost-mu, sekaligus dia menemui kekasihnya.”

“Tapi bagaimana aku memberi izin kepada arwah untuk turun ke bumi?”

“Alihkan saja ini keurusan Dewa Keberuntungan, anggap saja dia harus memenuhi amalannya yang belum selesai didunia.”

“Aku heran kenapa kau semangat sekali untuk semua masalah ini? Tapi… baiklah, aku akan alihkan ini Dewa Keberuntungan, tapi ingat dia hanya punya waktu 73 hari.” jawab Kris melemparkan map yang sejak tadi dipegangnya ke meja.

“Oke, oke. Aku inikan sahabatmu Kris, ini juga tugasku untuk menolongmu.” kata Chanyeol sok akrab menepuk – nepuk bahu Kris.

“Aku tahu kau punya maksud lain, tapi… okelah selama itu tidak merugikan aku.”

“Oke, Saudara Dae Hun, ayo kita kembali ke bumi.” tiba – tiba Chanyeol menggendong Dae Hun yang entah sejak kapan sudah berbusana lengkap.

“Ouh!! Turunkan aku!” berontak Daehun.

“Oke!” Chanyeol kemudian melemparkan tubuh Daehun begitu saja. Dan Bruk! Suara hempasan yang tak begitu keras terdengar.

“Auch! Kenapa kau membantingku?!” gerutu Daehun kesal tanpa sadar dimana dia sekarang.

“Kau yang minta diturunkan.” jawab Chanyeol segera berlalu pergi menuju sebuah apartemen.

“Heik, kita sudah dibumi?” akhirnya Daehun sadar dimana mereka sekarang.

“Yup!” jawab Chanyeol berdiri tepat didepan pintu masuk apartemen yang dikunci.

“Ini~ Tidak terlihat seperti gedung apartemen tempat aku dan Luhan tinggal.” ragu Daehun.

“Memang.” Chanyeol mengamati gagang pintu.

“Lalu kenapa kau ajak aku kesini?” tanya Daehun ikut memperhatikan gagang pintu.

“Sebelum menemui Han-mu, kita harus menemukan seseorang.” jawab Chanyeol kembali berdiri tegak.

“Menemukan?” bingung Daehun.

“Ya, menemukan orang yang sesuai dengan kriteria.” jawab Chanyeol tersenyum ke Daehun.

“Kriteria apa?” Daehun masih belum mengerti.

“Sudah nanti aku ceritakan didalam, sekarang ayo kita masuk.” ajak Chanyeol.

“Kau mau membobol pintu ini? Pintu inikan dikunci.” argumen Daehun sambil menunjuk gagang pintu.

“Kita ini arwah jadi tinggal masuk saja.” kata Chanyeol berjalan masuk menembus pintu.

“Hei!” kejar Daehun ikut menembus pintu.

“Kalau bisa menembusnya kenapa sok mengamati gagang pintunya?” tanya Daehun ketika dia sudah berhasil menyamakan langkah dengan Chanyeol.

“Kalau bisa masuk secara wajarkan lebih baik.” terang Chanyeol membuka pintu lift.

“Jadi siapa yang mau kita temukan?” tanya Daehun lagi saat Chanyeol menekan angka 8 pada panel disisi kiri pintu lift.

“Lihat saja nanti” jawab Chanyeol singkat ditambah senyum mesum.

“Ouh, okey!” Daehun kemudian diam.

Selama perjalanan lift menuju lantai 8 tidak satupun dari mereka yang saling bicara. Sampai pada akhirnya suara ‘Ting’ terdengar dari speaker lift dan pintu lift bergerak kekiri. Kedua arwah itu kemudian berjalan keluar lift menuju ke kanan dan berhenti disebuah pintu kamar bernomor 689.

“Masuk?” tanya Chanyeol.

“Kenapa kau menanya kepadaku? Kau yang mengajakku kemari” Daehun heran sendiri.

“Oke, kita masuk!” seru Chanyeol langsung menembus masuk kedalam apartemen.

Dan saat Daehun ikut masuk ternyata ruangan itu super berantakan dan berbau alkohol serta asap rokok yang menyengat.

“Mau apa kita disini? Tempat ini super berantakan!” seru Daehun ngeri.

“Kita harus menemui orang itu.” tunjuk Chanyeol keseseorang yang tidur benda yang bisa dikatakan kasur.

Daehun hanya memandang shock kepada sosok yang terbaring dengan stelan singlet dan jeans panjang, berambut blonde, dan bersepatu kets. Bukan, bukan stelan atau posisi tidurnya yang membuat Daehun shock, tapi wajah orang itu. Mengingatkannya pada seseorang. Perlahan Daehun melangkah menuju sosok yang tertidur itu, mengamati sosoknya dengan seksama, orang itu benar – benar mengingatkannya pada orang yang Daehun kenal.

“Mengingatkanmu pada seseorang?” tanya Chanyeol membuyarkan lamunan Daehun.

“Seseorang? Ini bukan lagi seseorang! Ini diriku sendiri. Apa dia mencuri jasadku?!” Tanya Daehun pada Chanyeol.

“Tidak ada arwah yang bisa mencuri jasad orang lain, setidaknya sejak perang Korea meletus.” jawab Chanyeol asal- asalan.

“Orang ini memang mirip denganmu, mungkin kalian saudara kembar yang tertukar, atau mungkin Dewa Kelahiran salah kirim alamat waktu kalian berdua di ‘buat’, aku juga tidak bisa memastikan tapi yang jelas kalian mirip!!” terang Chanyeol.

“Lantas apa hubungannya kita kesini?” Daehun masih belum mengerti jalan pikiran Chanyeol.

“Aish, kau belum mengerti juga. Kita sekarang sedang berhadapan jalan keluar untuk dua masalah besar dunia akhirat. Orang yang sedang tidur karena mabuk itu, adalah jawaban untuk masalah mu dengan Luhan-mu serta Kris dengan Baby Ghost-nya. Begini ya, Baby Ghost adalah sumber segala malapetaka, mereka akan mengajak siapapun yang mereka kenal kejurang kesedihan, kedepresian, dan kesengsaraan, dan mereka nggak akan mau melepaskan hubungan dengan ‘inang’ mereka sampai inang itu sendiri yang memutuskan hubungan. Jadi jika kau bicara kepada Luhan-mu, itu percuma kecuali kau bisa menemukan Hun yang baru untuknya. Orang yang serupa denganmu dan bisa menggantikan posisimu disisi Han-mu!!” terang Chanyeol panjang lebar.

“Tapi kenapa harus orang ini, dia ini pemabuk, mungkin pecandu—“ tunjuk Daehun kesal kearah manusia yang serupa dengannya itu.

“Kalau kau mencari orang yang mencintai Luhan-mu, akan sangat sulit bagi Han-mu menerimanya, dan kau hanya punya 73 hari. Dan kalau Baby Ghost itu tidak dikembalikan secepatnya ke akhirat, dalam 73 hari Han-mu akan menyusulmu, ke neraka. Bersama dengan si Baby Ghost yang akan membuat kekacauan di dunia dan akhirat.” tegas Chanyeol.

“Kau terima solusi yang aku berikan, atau kau biarkan Han-mu sengsara. Dunia dan Akhirat!” tutup Chanyeol dramatis.

“Luhan hanya milikku dan hanya punyaku, aku takkan memberikannya pada orang seperti dia!” Daehun kemudian berjalan meninggalkan kamar itu dan menghilang.

“Arwah baru, belum tau apa – apa soal alam akhirat…” Chanyeol hanya geleng – geleng melepas kepergian Daehun.

 

@@@

 

Daehun berjalan cukup jauh sampai akhirnya berdiri didepan ruang apartemennya dengan Luhan. Pagi baru bersinar tapi suara piano yang menyedihkan sudah terdengar dari ruang apartemen yang terasa suram itu.

Saat Daehun masuk dia bisa melihat Han-nya duduk menangis disofa, dan seseorang yang lain memainkan piano. Sesaat pemain piano itu terdiam memperhatikan Daehun yang muncul.

“Tao? Kenapa kau berhenti?” tanya Luhan disela tangisnya.

“Ah, tidak apa – apa. Tao cuman membayangkan bagaimana dulu Om Hun-nya Kak Lulu memainkan piano untuk Kakak.” jawab Tao berbohong.

Luhan kemudian memandang fotonya bersama Daehun yang dilatar belakangi sebuah Grand Piano Hitam disebuah konser tunggal Daehun.

Sebuah kenangan masa hidupnya melintas dihadapan Daehun. Apartemen itu… tiba – tiba berubah menjadi sebuh Music Hall dan dia berdiri diatas panggung disisi kanannya siap sedia sebuah Grand Piano Hitam, dan lampu sorot sudah mengarah kepadanya.

Suara denting piano mulai terdengar, tapi tangan Daehun bahkan belum menyentuh tuts. Tepuk tangan bergemuruh. Daehun, yang masih bingung, saat ini sedang berjalan menuruni panggung melangkah menuju Luhan-nya. Tapi kali ini Luhan tidak tersenyum bahagia seperti dulu ketika konser ini berlangsung saat Daehun hidup. Bunga mawar merah yang dibawa Daehun telah menghitam. Dan air mata mengalir dari mata Luhan, matanya merah dan kosong. Semua yang dipancarkan wajah yang dulu cantik itu hanyalah kesedihan yang maha dalam, kesepian yang maha sunyi, dan penderitaan yang maha pilu. Tangan Daehun bergerak menyentuh wajah Luhan, namun tangan arwahnya tak bisa menyentuh wajah nyata Luhan.

 

 

“Hunnie~” ucap Luhan parau sambil memeluk lututnya.

 

SING

 

Daehun kembali kealam sadarnya. Dia berdiri dihadapan sofa, dan Luhan tertidur lemah diatasnya.

 

“Kau lihat apa yang dilakukan seorang Baby Ghost kepada Han-mu?” seru Chanyeol yang sudah berdiri dibelakang Daehun.

 

“CHANYEOLI!!!” seru Tao, sang Baby Ghost bahagia melihat sahabat Kris-nya.

 

“Hai Baby Ghost” jawab Chanyeol manis, menerima pelukan Tao.

“Kau mengenalnya?” heran Daehun melihat kemanjaan Tao ke Chanyeol.

“Kau lupa ya, Tao inikan punya Dewa Kematian. Dan aku sahabat Dewa Kematian!” jawab Chanyeol sambil mengelus rambut hitam Tao.

“Kau bisa membuat Baby Ghost itu meninggalkan Han-ku?”pinta Daehun memohon.

“Aku sudah bilang akan sangat percuma meminta seorang Baby Ghost meninggalkan inangnya.” jawab Chanyeol masih memanjakan Tao.

“Coba sajalah, aku mohon. Kau kan Dewa Keberuntungan, ujilah keberuntunganmu. Aku mohon.” kali ini Daehun benar – benar memohon.

“Baiklah, aku akan buktikan kalau itu sia –sia.” ujar Chanyeol serius.

“Tao baby~” panggil Chanyeol ke Tao.

“Ya?”

“Kau mau ikut aku pulang, kita bertemu Kris.” ajak Chanyeol imut.

“Kris! Kris! Kris!” sorak Tao senang.

“Sudah kubilang kau bisa!” seru Daehun senang.

“Tao mau pulang sama Luhan!! Kita ajak Kak Lulu!!” sorak Tao sambil lompat- lompat menunjuk Luhan.

“Luhan harus tinggal didunia!” hardik Daehun kesal.

“Tidak. Kak Lulu akan pergi sama Tao. Kerumah Tao! Yee!!” Tao berlari keliling piano.

“Hei, Baby Ghost!” Daehun menahan tubuh Tao yang sedang lari.

“Ya?” Tao hanya melongo menatap Daehun.

“Kau harus meninggalkan Han-ku didunia, biarkan dia bahagia. Aku mohon tinggalkan dia!!” Daehun menatap mata Tao dalam – dalam.

“Bahagia? Tao bahagia sama Kak Lulu! Tao mau ajak Luhan kerumah Tao!”

“Hey! Baby Ghost aku tidak bercanda!! Kau harus meninggalkan Han-ku!” bentak Daehun.

“Ta… tao takut~” kemudian Tao mulai menangis.

Tangisan Tao membuat tidur Luhan gelisah, dan kemudian berubah menjadi ekspresi kesakitan yang luar biasa.

“Hannie, kau kenapa?!” Panik Daehun melihat kondisi Luhan. “Chanyeol!! Tolong dia”

“Hai, Tao… jangan menangis. Nanti Kris marah~” Chanyeol malah menghampiri Tao.

“Hei, jangan pedulikan dia,tolong Luhan!” geram Daehun.

“Tenang dulu!” balas Chanyeol.

“Baby Tao, diam ya. Kau tak ingin Kris marah, kan?” Chanyeol kembali mencoba menenangkan Tao.

“Ta… Tao Takut~~ Om Daehun marah~” rengek Tao masuk dalam pelukan Chanyeol.

“Jangan takut, lebih baik Tao main lagi sama Luhan. Nanti Luhan bangun temani dia, ya.” bujuk Chanyeol.

“Hei! Kenapa kau malah menyuruhnya menemani Luhan. Seharusnya kau membuat Baby Ghost itu meninggalkan Luhan!!” bentak Daehun kali ini benar – benar kesal.

“Kau harus mendengarku Saudara Daehun, pianis terkenal! Apa yang kau lakukan kepada Baby Ghost Tao, akan membuat Luhanmu makin menderita. Jika Baby Ghost menangis, inangnya akan merasakan kepedihan dan rasa sunyi yang mendalam dan itu bahkan akan mengguncang fisik Luhan. Dan jika Baby Ghost dipisahkan secara paksa dengan inangnya, inangnya akan kehilangan nyawanya, tapi dia tidak mati. Jadi Saudara Daehun, apapun yang kau lakukan pada Baby Ghost Tao, akan berdampak pada Han-mu!” terang Chanyeol kali ini sedikit emosional.

 

“Jadi.. jadi memang tak ada cara lain?” tanya Daehun lemah. Dia hanya memandang Tao yang tidur dipelukan Luhan.

 

“Hanya Luhan yang bisa membuat Tao meninggalkannya, dan caranya hanya dengan membuat Han-mu memiliki Hun yang baru.” jawab Chanyeol duduk disofa yang berseberangan dengan sofa Luhan.

Daehun mulai menangis. Sambil terisak dia duduk dikursi piano.

“Hannie, maafkan aku. Aku hanya ingin kau bahagia. Bahagialah sayang. Akan kucarikan untukmu penggantiku.” kata Daehun dengan mata berkaca menatap Luhannya.

 

 

“Ada pepatah manusia yang mengatakan. Cinta tak harus memiliki. Dan cinta adalah pengorbanan. Sekarang aku melihat sendiri maksud peribahasa itu dengan mataku..” ujar Chanyeol lebih kepada dirinya sendiri.

 

 

][BER SAM BUNG][

 

Yah sepertinya epep ini nggak jadi ONESHOOT. Jadi harap tunggu Episode 2 nya dipost

 

Tertanda: Anonim Sinesetesia

 

Kunjungin juga: anonimsinestesia.wordpress.com

 

62 thoughts on “NEW HUN FOR MY HAN Episode 1

  1. hahahah seiap baca ff ini pas bagian tao kok malah senyum-senyum sendiri ngebayangin kelakuan nya tao hahahaah😀 SUKA-SUKA gak pernah bosan…
    ayo kak dilanjutt…~ (y)🙂

  2. aduh aduhh..,
    ini seru bnget..,
    Daehun kasian..,
    ih ko si Tao perannya jdi bgitu dah??
    tpi lucu, hee..
    trus gmana cara’ny nh supaya Sehun bisa ktemu Luhan??
    huwaa, penasarann…,
    ok, tahan napas, baca episode 2,
    sip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s